Atlet Afghanistan Tampil di Paralimpiade Setelah Dievakuasi
by - September 01, 2021

Hossain Rasouli satu di antara ribuan warga Afghanistan yang berusaha meninggalkan tanah air mereka lantaran krisis politik yang ada di sana. Rasouli bersama atlet Afghanistan lainnya, atlet taekwondo nomor -44kg K44 putri Zakia Khudadadi diterima di wisma atlet Tokyo pada 28 Agustus waktu setempat.

Setelah menjalani proses evakuasi, kedua atlet berada menghabiskan sepekan di Paris Prancis. Pada 27 Agustus, mereka terbang selama 11 jam dari Paris menuju Tokyo sebelum diarahkan ke wisma atlet.

Sebenarnya, Rasouli dijadwalkan tampil pada nomor T47 100m putra. Tetapi ia terlambat datang pada sesi pemanasan Sabtu (28/9). Ia menolak untuk turun di 400m, lalu Rasouli memilih untuk turun di nomor lompat jauh T64 putra. Ia punya waktu 90 menit pemanasan untuk menyiapkan diri pada Selasa malam (waktu Tokyo).

Meskipun pada akhirnya Rasouli hanya mampu menghasilkan lompatan sejauh 4,46 m. Tetapi, denganperjuangan yang telah ia jalani, hasil di Paralimpiade bukanlah sebuah hal yang penting.

Kehadiran Rasouli disambut bagi para kompetitornya. Roderick Townsend dari AS mengatakan dirinya tidak mengetahui kalau Rasouli akan turun di nomor lompat jauh T64. “Aku melihat namanya (di daftar). Dengan semua yang terjadi saat ini, aku turut merasakan kegembiraan untuknya,” kata Townsend dilansir Athletics Weekly. Townsend selanjutnya adalah peraih perak medali dengan lompatan sejauh 7,43 m.

Townsend sempat merasa kecewa dengan raihan perak di Paralimpiade kali ini. Namun, perjuangan Rasouli menunjukkan bahwa ada seseorang yang berjuang untuk mewujudkan mimpi tampil di Paralimpiade. “Itu sudah cukup menjelaskan arti sebenarnya dari Paralimpiade,” paparnya.

Juru bicara IPC Craig Spence mengatakan kehadiran Rasouli dan Zakia seperti mengirimkan pesan kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia. “Kedua atlet berada di Tokyo untuk memenuhi impian mereka,” jelasnya.

Sebelumnya, pada parade upacara pembukaan Paralimpiade 2020, bendera Afghanistan dibawah seorang sukarelawan. Karena saat itu, Zakia dan Rasouli belum hadir di Tokyo. (*)


COMMENTS
MOST RECENT